Menelusuri Lagi Penyebab Ledakan Kasus Covid-19 di Kudus

Kudus - Kabupaten Kudus, Jateng, tengah menjadi sorotan akibat ledakan kasus infeksi corona sejak pertengahan Mei 2021, usai Lebaran. Kini Kudus berstatus zona merah. Information terakhir Pemkab Kudus, per 2 Juni, terdapat 1.243 kasus aktif.

Ada sejumlah hal yang menyebabkan kasus penularan corona di Kudus melonjak tajam. Mulai dari kondisi pasien corona yang ternyata ditunggu keluarga hingga ziarah usai Lebaran. Penanganan yang tak baik juga memperparah kondisi di Kudus.

Berikut beberapa rangkuman sejumlah kondisi yang menyebabkan terjadinya ledakan kasus corona di Kudus, sebagai pembelajaran agar penanganan pandemi corona bisa maksimal ke depannya.

Pasien Corona Ditunggu Keluarga


Sudah jelas bahwa infection corona bisa menular dengan mudah dan hal ini harus dipahami masyarakat. Namun sayangnya, banyak masyarakat di Kudus yang seakan abai akan potensi ini.

Tak sedikit masyarakat yang malah menunggu keluarganya yang tertular corona saat dirawat di rumah sakit atau tempat isolasi terpusat, bahkan tanpa APD. Kondisi ini ditemukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak ke RSUD Loekmono Hadi Kudus pada Senin (31/5) lalu.

Melihat kondisi ini, Ganjar langsung menegur Bupati Kudus Hartopo dan Dirut RSUD Loekmono Hadi. Ganjar menegaskan tindakan itu berbahaya dan harus dilarang.

" Siapa yang menjamin mereka tidak ketularan. Kalau seperti ini kan jumlahnya justru akan semakin banyak," kata Ganjar.

Longgarnya standar operasional prosedur ini ditengarai menjadi salah satu biang keladi lonjakan kasus COVID-19 di Kudus. Hal ini pun diakui Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo.

Ia meminta masyarakat untuk menyerahkan langsung kepada tenaga kesehatan dalam merawat keluarga yang positif corona, tak memandang kondisi maupun usia.

" Enggak boleh ada yang nungguin atau yang besuk. Itu harus ditaati walaupun ditekan kanan-kiri. Namanya saja isolasi harus sendirian. Hanya perawat yang sudah dilengkapi dengan APD yang mengurus, keluarga menunggu di rumah saja," tegas Yulianto.

Ziarah dan Silaturahmi Saat Lebaran


Penyebab existed melonjaknya kasus corona di Kudus diduga akibat ziarah masyarakat yang dilakukan ramai-ramai saat Lebaran, pun dengan ramainya silaturahmi ke tetangga dan keluarga. Hal ini diungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

" Pengunjung tempat wisata yang meningkat, dan pengunjung tempat pemakaman (ziarah kubur) yang tak terbendung," demikian keterangan Luthfi, Kamis (27/5).

Ahmad pun langsung bergerak cepat, mengerahkan pembentukan kompi/pleton siaga gabungan antara TNI-Polri, tenaga kesehatan, Satpol PP, sebagai power hand yang siap digerakkan kapan word play here.

" Khususnya kampung zona merah silakan bentuk kompi/pleton petugas gabungan sebagai power hand untuk Pak Bupati," kata Luthfi.

Luthfi juga imbau warga yang dinyatakan positif dan melakukan isolasi mandiri agar tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan tidak keluyuran.

Kasus Corona di Kudus Tak Ditangani dengan Baik


Satgas COVID-19 Nasional menyebut penanganan corona di Kudus tak berjalan baik. Sebab, Kudus yang sebelumnya berzona oranye, usai Lebaran masuk kategori zona merah.

Ia pun meminta daerah-daerah belajar dari Kudus dan mengimbau persoalan zonasi risiko penularan corona jangan dianggap remeh.

"Kita bisa belajar dari daerah Kudus bahwa selama 3 minggu terakhir berada di zona oranye, dan karena tidak ditangani dengan baik daerahnya berpindah ke zona merah.

Ini sangat berpotensi terjadi terutama pada 322 kabupaten/kota yang berada di zona oranye pada saat ini," kata Wiku dalam siaran pers virtual di YouTube BNPB, Jumat (4/6).

"Ingat, zonasi risiko ini bukan sekadar zonasi yang bisa diabaikan dan dianggap enteng. Mohon kepada seluruh kepala daerah serta masyarakat untuk terus memantau sudah risiko daerahnya masing-masing secara berkala," tambah dia.

Wiku meminta daerah berzona merah meningkatkan testing di wilayah masing-masing. Termasuk menyiapkan kesediaan pelayanan fasyankes dan meningkatkan Bed Profession Rate (BOR).

"Mengingat angka keterisian tempat tidur juga mulai meningkat pada beberapa wilayah, mohon pastikan fasilitas pelayanan kesehatan memadai dan siap untuk menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang sampai dengan berat," pungkas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kedatangan Sukrano Yang Menyihir Msayarakat Ketika Turun Dengan Menaiki Pesawat Musuh di Surabaya

Mengenal Sejarah Plaza Glodok, Sebuah Tempat Yang Pernah Menjadi Penjara Tionghoa Dan Koes Plus

Mengetahui Momen Dan KIsah Pada 2 Desember 1988, Merupakan Pelantikan Presiden Wanita Pertama Pakistan