Sejarah Suasana Usai Bung Karno Membacakan Proklamasi Kemerdekaan Ri di Bekasi
Jakarta - Selesai upacara, berita proklamasi langsung disebar ke pelosok Jakarta,
Jawa Barat dan kota-kota besar lainnya, termasuk Bekasi menggunakan
berbagai sarana. Baik pemuda yang menyaksikan langsung hingga alat
komunikasi seperti radio hingga telegram.
Dikutip dari buku 'Kemandirian Ulama Pejuang, KH Noer Alie' karya
Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, seorang pemuda dari Bekasi, Ya'kub Gani
menyaksikan langsung pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno di
Jakarta.
Setelah selesai, ia bergegas pulang, mengabarkan berita gembira
itu kepada gurunya, KH Noer Alie, Pahlawan Nasional asal Bekasi.
Noer Alie yang sudah merasakan gelagat kemerdekaan, menyambut kabar itu
dengan suka cita. Hari itu juga, Jumat sore, Noer Alie mengumumkan
berita proklamasi kepada para badal, santri dan masyarakat di masjid
Kampung Ujungmalang, Bekasi.
"Noer Alie menerangkan makna kemerdekaan sebagai bentuk kebebasan
bumiputera dari penjajahan bangsa lain, terutama Jepang, Belanda dan
tuan tanah hina,"Ali Anwar.
Di beberapa tempat di Bekasi, semangat kemerdekaan dibarengi dengan rasa
dendam terhadap penjajah, sehingga sempat menimbulkan kekerasan.
Beberapa tentara Jepang dan tuan tanah China yang dijumpai massa Bekasi
dilucuti senjatanya, bahkan ada yang dibunuh.
"Tindakan awal dari kemarahan massa di Bekasi dilakukan ketika pada 25
Agustus 1945 rakyat Bekasi melucuti senjata tuan tanah China di Teluk
Pucung (Bekasi Utara) dan menahan 49 truk Jepang," kata Ali Anwar.
Senjata dan dua system truk diambil alih massa, sedangkan 47 lainnya
beserta pasukannya diperintahkan pergi ke Jakarta. Tak hanya itu,
kemarahan juga ditujukan kepada aparat pemerintah pada masa pendudukan
seperti wedana, camat, lurah, dan polisi.
"Mereka melarikan diri dan mengosongkan kantornya,"kata Ali Anwar.
Ketika pemerintahan kosong, sebagai realisasi dari sidang Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945, tentang
pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), pada 28 Agustus di
Bekasi dibentuk KNID (daerah) Bekasi. Ketuanya M. Lubis, dan Ahmad
Djaelani sebagai sekretarisnya.
Adapun Muhammad container Haji Rijan diangkat sebagai Kepala Kepolisian
Bekasi. Pembentukan KNID sampai tingkat kampung. Di Ujungmalang, Noer
Alie terpilih sebagai Ketua KNID Kecamatan Babelan bersama kakaknya
Thayeb sebagai Lurah.
Komentar
Posting Komentar