Mengetahui Sejarah Dari Hari Bela Negara Dan Latar Belakangnya
Jakarta - Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang dan banyak pengorbanan yang diberikan rakyat Indonesia agar bisa merdeka seperti sekarang.
Sudah sepantasnya setiap momen bersejarah mendapatkan penghargaan, yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia pada perjuangan menuju kemerdekaan yang tidak mudah sehingga tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Salah satu momen yang perlu diperingati adalah hari bela negara. Bagaimana sejarah Hari Bela Negara Indonesia?
Sejarah Hari Bela Negara
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan (https://www.kemhan.go.id/) sejarah hari bela negara Indonesia dilatarbelakangi oleh penunjukkan Kota Bukittinggi sebagai Ibu Kota negara Indoneisa.
Setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal
dengan peristiwa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang
dibentuk pada tanggal 19 Desember 1948 di Bukittinggi, Sumatra Barat
oleh Syafrudding Prawiranegara.
Kota Bukittinggi semula merupakan pasar (pekan) bagi masyarakat Agam Tuo. Kemudian setelah kedatangan Belanda, kota ini menjadi kubu pertahanan mereka untuk melawan Kaum Padri. Pada tahun 1825, Belanda mendirikan benteng di salah satu bukit yang dikenal sebagai benteng Ft de Kock,
sekaligus menjadi tempat peristirahatan opsir-opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya. Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan.
Kemudian berkembang menjadi sebuah stadsgemeente
(kota) dan berfungsi sebagai ibu kota Afdeeling Padangsche Bovenlanden
dan Onderafdeeling Oud Agam. Karena sejarah panjang dari Kota
Bukittinggi itulah maka ditunjuk menjadi ibu kota negara setelah
Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
Peristiwa ditunjukkan Bukittinggi sebagai ibu kota negara ini kemudian
diperingati sebagai hari bela negara, hal ini berdasarkan pada Keputusan
Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006.
Untuk mengenang sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), pemerintah Republik Indonesia membangun Monumen Nasional Bela Negara di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI.
Dengan area seluas 40 hektare, tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Itulah sejarah hari bela negara Indonesia yang diperingati setiap tanggal 19 Desember.
Komentar
Posting Komentar